RSS FEED

Kamis, 22 April 2010

Data Resource Management

Nama : Novia Ristian Dani

Npm : 11108442

Kelas : 2KA06

Data Resource Management

Data Resource Management :

1. Teknik dasar management Basis Data

2. Management basis data

3. Konsep dasar data

4. Struktur basis data

5. Pengembangan basis data

6. Contoh kasus

Data Resource Management

DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah,menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).

Teknik dasar Management Basis Data

Gabungan antara basis data dan perangkat lunak SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) termasuk di dalamnya program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu sistem disebut dengan Sistem Basis Data.

konseptual


Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien.

Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).

Management Basis Data

Basis data (Database) adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi. DBMS (Data Base Management System) adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke data base. Sistem Basis Data = DBMS + Basis data [Waliyanto2000] Gabungan antara basis data dan perangkat lunak SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) termasuk didalamnya program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu sistem disebut dengan Sistem Basis Data.

Keunggulan DBMS antara lain sbb:

  • Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
  • Menjaga konsistensi dan integritas data
  • Meningkatkan keamanan data
  • Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
  • Meningkatkan produktivitas para pengguna data
  • Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
  • Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
  • Meningkatkan pemakaian bersama dari data
  • Meningkatkan layanan backup dan recovery data
  • Mengurangi konflik antar pengguna data

Kelemahan DBMS antara lain sbb:

  • Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
  • Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
  • Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
  • Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
  • Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
  • Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.

Konsep dasar data

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut atau sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). DBMS (Database Management System) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Struktur Basis Data


Struktur File Database :

1. Data adalah satu satuan informasi yang akan diolah, dimana

sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu file database.

Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur

file database tersebut.

2. RECORD adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan

seperti Nama, Alamat, Nomor Telepon. Setiap keterangan yang

mencakup Nama, Alamat dan Nomor Telepon dinamakan satu

record. Dan setiap record diberi nomor urut yang disebut nomor

record (Record Number). Ukuran suatu file database ditentukan

oleh jumlah record yang tersimpan di dalamnya.

3. FIELD adalah sub bagian dari Record. Dari contoh isi record

diatas maka terdiri dari 3 field, yaitu field Nama, field Alamat dan

field Nomor Telepon.

Pengembangan Basis Data

Database diproses oleh DBMS untuk digunakan oleh pengembang maupun pengguna ,yang mengakses DBMS secara langsung atau tidak langsung melalui program-program aplikasi. Database terdiri dari empat elemen utama yaitu data pengguna, metadata, indeks dan metadata aplikasi [David2002].

Contoh kasus


Text Box: Rec.No 01  Nama : Aria Herlambang NPM  : 10108302 Kelas  : 2KA06 Alamat: Jakarta Timur


Record data 1

Nama File : DataMHS.dbf

Jumlah Record : 4 buah

Isi Field : Nama, NPM, Kelas, Alamat

Data : Record No.1

Aria HErlambang

10108302

2KA06

Jakarta Timur

Reference : www.wikipedia.org

www.google.com

Mengelola Data Resources

Nama : Novia Ristian Dani
Npm : 11108442
Kelas : 2KA06


Mengelola Data Resources

Manajemen sumber daya data Pengembangan sistem informasi adalah suatu tindakan, metode yang digunakan para stakeholder dalam sistem informasi untuk mengembangkan, memelihara sistem informasi atau perangkat lunak.Perusahaan-perusahaan tidak mempunyai pilihan selain mengadopsi dan mengikuti proses pengembangan sitem yang terstandartisasi.Proses pengembangan akan menciptakan efisiensi dalam memanajemen sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan. Perlu diperhatikan bahwa pengembangan harus memenuhi kriteria dalam meningkatkan keunggulan dalam berkompetisi. Beberapa perusahaan yang telah maju pun mulai beralih kepada kerangka-kerangka uji kematangan dan manajemen proyek.

Data resource management yaitu sebuah aktivitas manajerial yang mengaplikasikan teknologi sistem informasi seperti manajemen database, data warehouse, dan alat manajemen lainnya dalam tugas untuk mengelola sumber daya data organisasi agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pihak-pihak yang berkepentingan dengan bisnis mereka. Data secara logis diatur kedalam karakter, field, record, file, dan database.

Tipe Basis Data (database) :

• Database operasional

Menyimpan data terinci yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi dari

suatu perusahaan. Database operasional juga disebut subject area database (SADB),

database transaksi (transaction database), dan database produksi (production database).

Contohnya, database pelanggan, database sumber daya manusia, database persediaan, dan

database-database lainnya yang berisi data yang dihasilkan melalui operasi bisnis.

• Database terdistribusi

Dapat bertempat dalam server jaringan di internet, intranet dan ekstranet perusahaan atau

di jaringan perusahaan lain.

Contohnya, database terdistribusi dapat berupa salinan dari database operasional atau

analitis, database hipermedia, atau jenis database lainnya.

• Database eksternal

Akses ke informasi yang kaya dari database eksternal tersedia secara gratis dari berbagai

layanan komersial online, dan dengan atau tanpa biaya dari sumber di internet.

Contohnya, jurnal, newsletter, dan bahan lainnya yang terdapat di internet.

• Database hipermedia

Database hipermedia dapat terdiri dari berbagai halaman hiperlink dari multimedia (teks,

grafik dan gambar fotografi, klip video, segmen audio, dan lain-lain).

Data warehouse adalah perkembangan dari konsep database yang menyediakan suatu sumber

daya data yang lebih baik bagi para pemakai dan memungkinkan pemakai untuk

memanipulasi dan menggunakan data tersebut secara intuitif. Data warehouse umumnya

sangat besar berkualitas sangat tinggi dan sangat dapat diambil kembali (retrievable). Data

warehouse umumnya dilakukan di komputer mainframe karena jumlah data yang tersimpan

sangat besar sehingga tidak praktis untuk menyimpannya dikomputer mikro dan data

disimpan dalam suatu database relasional.

Konsep dasar dari data warehousing adalah informasi yang dikumpulkan

dalam suatu gudang penyimpanan dan merepresentasikan solusi untuk

pengaksesan data didalam sistem non relasional. Sehingga data

warehousing dapat disebut sebagai database yang berorientasi pada

subyek, terintegrasi, mempunyai Time Variant dan bersifat non volatile

untuk kumpulan data yang mendukung dalam pengambilan keputusan.

· Berorientasi subyek artinya mengatur semua subyek utama pada

· suatu organsisasi yang memfokuskan pada basis datanya bukan pada

· aplikasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

· Terintegrasi artinya pemakaian data bersama-sama sering

· menyebabkan data tidak konsisten sehingga cara pandang user

· terhadap data menjadi tidak sama. Agar terintegrasi pembentukan

· sumber data harus standar dan konsisten.

· Time Variant, data yang ada pada gudang hanya valid dan akurat

· pada titik waktu tertentu atau interval tertentu.

· Non-volatile, data tidak di-update secara real time tetapi selalu

· diperbaharui dari sistem operasi pada database yang ada.

Keuntungan dari Data Warehousing

1. Hasil yang diperoleh dari investasi lebih tinggi

2. Kompetitif

3. Meningkatkan produktivitas perusahaanSistem Basis Data

Jenis database yang tersimpan di dalam media penyimpanan data berdasarkan

penggunaan data :

· Database yang memiliki data sering di-update disebut data OLTP (Online

· Transaction Processing). Data OLTP sering juga disebut data operasional,

· mencerminkan sifat aplikasi database yang dinamik.

· Database yang memiliki data sering digunakan untuk query disebut DSS

· (Decision Support System). Data DSS sering disebut data analitikal,

· mencerminkan sifat aplikasi database yang relatif statik.



Data mart adalah suatu database yang berisi data yang hanya menjelaskan suatu segmen dari

operasi perusahaan misalnya data mart perusahaan, data mart sumber daya manusia dan

sebagainya.

Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh

pemakai. Data mining membantu pemakai dengan mengungkapkan berbagai hubungan dan

menyajikannya dalam suatu cara yang dapat dimengerti sehingga dapat menjadi dasar

pengambilan keputusan. Contohnya, banyak perusahaan menggunakan data mining untuk:

• Melakukan “analisis berbasis pasar” agar dapat mengidentifikasi berbagai paket produk.

• Menemukan akar dari masalah kualitas atau produksi.

• Mencegah penurunan pelanggan dan untuk mendapat pelanggan baru.

• mendapat gambaran mengenai pelanggan dengan lebih akurat.

Lima struktur database meliputi :

1. Struktur hierarkis

Membuat hubungan antar record membentuk hierarki atau struktur seperti pohon. Semua

record merupakan dependen dan diatur dalam struktur multitingkat, terdiri dari record

root dan sejumlah tingakat subordinat. Semua hubungan antar record adalah one to many

karena setiap elemen data dihubungkan kehanya satu elemen diatasnya.

2. Struktur jaringan

Struktur ini memungkinkan hubungan many to many antar record.

3. Struktur relasional

Model relasional adalah model yang paling banyak digunakan dari ketiga struktur

database. Model ini digambarkan dengan table dua dimensi.

4. Struktur multidimensional

adalah variasi dari model relasional yang menggunakan

struktur multidimensional untuk mengatur data dan menyajikan hubungan antar data.

Model ini dapat divisualisasikan sebagai data cube dan kotak dalam data cube.

Contohnya, sebuah sel dapat berisi total penjualan untuk sebuah produk dalam suatu

daerah untuk saluran penjualan tertentu dalam suatu bulan.

5. Struktur yang berorientasi pada objek

Model database yang berorientasi pada objek dianggap merupakan salah satu teknologi

penting dari generasi baru aplikasi multimedia berbasis web. Model yang berorientasi

pada objek ini juga mendukung pewarisan (inheritance) maksudnya, objek-objek baru

dapat secara otomatis dibuat dengan mereplikasi beberapa atau semua karakteristik dari

satu atau lebih objek asal (parent).

Pendekatan Manajemen Basis Data

Pengembangan database melibatkan aktivitas perencanaan data dan desain database. Model-

model data yang mendukung proses bisnis digunakan untuk mengembangkan database yang

memenuhi kebutuhan informasi para pemakainya.

1. Perencanaan data

Mengembangkan model

untuk proses bisnis

Model perusahaan dari

proses bisnis dengan

dokumentasi

2. Spesifikasi persyaratan

Tetapkan kebutuhan

informasi para pemakai

akhir dalam proses bisnis

Deskripsi kebutuhan para

pemakai dapat disajikan

dalam bahasa natural atau

dengan menggunakan alat dari

metedologi desain tertentu

3. Desain Konseptual

Mengekspresikan semua

persyaratan informasi dalam

bentuk model tingkat tinggi

Model Data Fisik

Metode perwakilan dalam

penyimpanan dan akses

4. Desain Data Logis

Menerjemahkan model konseptual

ke dalam model data dari DBMS

Model konseptual data sering

kali diekspresikan sebagai model

hubungan entitas

5. Desain Fisik

Menetapkan struktur

penyimpanan data dan metode

pengaksesan

Model Data Logis

Contohnya, model relasional,

jaringan, hierarkis,

multimensional, atau yang

berorientasi pada objek

Contoh Kasus

Suatu PUSKESMAS ingin melakukan pencatatan pendaftaran dan pemeriksaan pasien dengan membuat suatu system informasi. Inventaris asientitas : pasien,obat,dokter,pembayaran desain. Berapa table yang diperlukan kalau data-data disimpan pada table ? Kolom-kolomnya apa saja ?

- Pemeriksaan (NoRM,NamaPasien,alamat,umur, namaIbuPasien,telp,tgl periksa,dokterJaga, diagnosaSakit, noResep, obat,biaya)

- pasien(noRM,namaPasien,Alamat,Telp,namaIbuPasien)

- dokter(NIP,namaDokter,spesialisasi)

- obat(kodeObat,namaObat,jenisObat)

- penyakit(kodePenyakit,namaPenyakit)

- pemeriksaan(noRM,tgl periksa,dokter,kodePenyakit,

- noResep)

- resep(noResep,tglResep,obat,dosis)